MEMAHAMI AYAT-AYAT AL QUR’AN TENTANG PERINTAH MENJAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP

 

MEMAHAMI AYAT-AYAT AL QUR’AN TENTANG PERINTAH MENJAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP

 

 

Islam merupakan agama yang kompleks, tidak hanya mengatur tentang bagaimana hubungan kita dengan Allah swt akan tetapi sebenarnya islam juga mengatur bagaimana kita beruhubngan dengan sesama manusia bahkan dengan lingkungan disekitar kita sekalipun.

Manusia diamanahkan oleh Allah untuk menjadi kholifah di muka bumi ini, artinya manusialah yang diberi wewenang untuk memanfaatkan, menjaga dan melestarikannya, akan tetapi setelah begitu nyaman dengan hak yang diberikan oleh Allah untuk memanafaatkannya kebanyakan manusia lupa dengan kewajibannya untuk senantiasa menjaga agar lingkungan tersebut tetap stabil. Dalam beberapa ayat dalam al Quran dijelaskan betapa manusia merupakan penentu kelestarian alam semesta itu sendiri.

  1. A.    QS. al Rum: 41-42

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (41)

Katakanlah: “Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)”. (42)

Keserakahan dan ketamakan manusia yang sudah mulai tidak terkendali membuat kerusakan alam disekitar semakin parah. Meskipun sebenarnya keruskan lingkungan itu terjadi karena dua factor yaitu factor alam dan factor manusia. Akan tetapi factor manusialah yang justru lebih dominan dalam kerusakan lingkungan tersebut karena factor alam hanya terjadi dalam tempo waktu tertentu dan pada tempat yang tertentu pula. Berbeda dengan kerusakan yang disebabkan oleh ulah manusia yang bisa berdampak hampir ke seluruh lapisan bumi.

  1. B.     QS Al-A’raf: 56-58

“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepadanya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (56)

Dan dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahma Nya (hujan) hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu kami turunkan hujan di daerah itu. Maka kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. (57)

Dan tanah yang baik, tanam-tanamannya tumbuh dengan seizin Allah, dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami)bagi orang-orang yang bersyukur.”(58)

 

Allah melarang hambaNya untuk membuat kerusakan dimuka bumi ini karena Allah telah memberikan karunia yang banyak untuk dimanfaatkan manusia dimuka bumi ini. Hanya saja ada sebagian kaum yang berbuat kerusakan di muka bumi. Mereka tidak hanya merusak sesuatu yang berupa materi atau benda saja, melainkan juga berupa sikap, perbuatan tercela atau maksiat serta perbuatan jahiliyah lainnya. Akan tetapi, untuk menutupi keburukan tersebut sering kali merka menganggap diri mereka sebagai kaum yang melakukan perbaikan di muka bumi, padahal justru merekalah yang berbuat kerusakan di muka bumi

Dalam ayat diatas Allah juga menjelaskan bahwa Allah memberikan rahmat dan karunia yang berlimpah yang diturunkan kepada hambaNya salah satunya ialah dengan menggerakkan angin sebagai tanda kedatangan rahmat Nya. Angin tersebut kemudia membawa awan tebal, ke negeri yang kering dan telah rusak tanamannya karena tidak ada air, sumur yang menjadi kering karena tidak ada hujan, dan kepada penduduk yang menderita lapar dan haus. Lalu dia menurunkan hujan yang lebat di negeri itu sehingga negeri yang hampir mati tersebut menajdi subur kembali dan penuh berisi air. Begitulah Allah memberikan sebagian karuniaNya kepada hambanNya

 

 

  1. C.    QS Ash Shad: 27-28

“Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.”(27)

 Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang- orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat ma’siat? (28)

Allah menjelaskan apa yang ia ciptakan dilangit dan dibumi semuanya tidak ada yang sia-sia. Semuanya akan bermanfaat untuk manusia. Allah memberikan rahmat kepada hambanya berupa apa yang ada dilangit maupun dibumi agar bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh manusia. Baik dimanfaatkan secara langsung maupun sebagai sebagai sarana untuk berfikir dan mengembangkan pengetahuan dan akhirnya menjadi sarana untuk mengetahui kebesaran Allah.

Akan tetapi banyak manusia yang justru ingkar dan membuat kerusakan dimuka bumi ini tidak hanya fisik bumi yang mereka rusak akan tetapi justru akhlakpun kemudian mereka nodai.

 

Dalam Ayat diatas Allah juga menegaskan bahwa tidaklah sama antara orang yang berbuat kebaikan dengan orang yang berbuat kerusakan dimuka bumi ini. Tentunya mereka pasti akan mendapatkan balasan dari perbuatan mereka sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s